Asysyam

“Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensuciikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”

Senin, 15 November 2010

[Nice Info, WAJIB TAHU] ALASAN KNAPA RASULULLAH SANGAT MENYUKAI KUCING


Banyak kisah tentang kucing (karna kucing emang binatang yang banyak). Rasul juga memiliki kucing. Tiap Rasul mnerima tamu, Rasul SLALU gendong Mueeza (nama kucing) & diltakkan dipahanya. Rasul berpesan tuk menyayangi kucing.
Sifat Mueeza yang Rasul suka: ‘Mueeza slalu ngeong ktika dngar azan, olah" ngeongnya sperti ngikutin adzan‘
Saat Rasul mo ngambil jubahnya, eh ada Muezza bobo diatasnya Rasul, memotong blahan lngan yang ditiduri Mueeza, supaya gak bangunin Muezza.
Pas Rasul pulang, Muezza bangun & mrunduk pada majikannya. Rasul mengelus lembut kucing itu.
Di beberapa hadisnya bahwa kucing tidak najis. Dibolehkan untuk berwudhu dngan air bekas minum kucing karna suci.
Knapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, brani mngatakan bahwa kucing suci? Lalu, bagaimana Rasul mngetahui kalau pada badan kucing tak najis?
Fakta" ilmiah keistimewaan KUCING
Fakta 1: Di kulit kucing ada otot yang berfungsi tuk menolak tlur bakteri. Otot itu juga dapat mnyesuaikan dngan sentuhan otot manusia.
Lidah kucing ditutupi oleh benjolan kecil, runcing, benjolan ini bengkok mngerucut sperti kikir / gergaji. Bentuk ini berguna untuk membersihkan kulit. Ktika minum, tak ada setetes pun air yang jatuh.
Lidah kucing juga alat pembersih canggih, permukaannya yang kasar dapat membuang bulu" mati & membersihkan bulu" yang tersisa dibadannya.
Fakta 2: Tlah dilakukan pnelitian kucing dari berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, & ekor.
Pada bagian" itu diambil sample dngan usapan. Selain itu, dilakukan juga pnanaman kuman pada bagian" khusus. Trus diambil juga cairan yang ada di dinding dalam mulut & lidahnya.
HASILNYA:
1. Hasil dari kulit luar negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang". 2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut. 3. Cairan yang dari permukaan lidah juga negatif berkuman. 4. Sekalinya berkuman, kuman itu kelompok kuman yang dianggap sbagai kuman biasa yang ada ditubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya <50.000>
Sumber terpercaya & hasil penelitian, menyimpulkan kucing tak memiliki kuman & mikroba. Liurnya bersih & membersihkan.
Fakta 3: & hasil penelitian dokter & percobaan di lab hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih. Lebih bersih dari manusia.
Zaman dulu kucing dipake terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan, mengelus kucing juga menurunkan tingkat stress.
Menurut Dr. George Maqshud, ketua lab di RS Hewan Baitharah, jarang ditemukan adanya kuman pada kucing. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
Dr. Gen Gustafsirl menemukan kuman paling banyak ada pada anjing, trus manusia 1/4 anjing, sedangkan kucing 1/2 manusia. Dokter di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan kucing memiliki perangkat pembersih bemama lysozyme.
Kucing tak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll). Kucing sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tak banyak berjemur dan tak dekat" dengan air. Agar bakteri tak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tak adanya kuman pada kucing.
Sisa makanan kucing hukumnya suci Hadis Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Saat itu, datang kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.
Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.”
Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?”
Ia menjawab, “Ya.”
Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Rasul SAW prnh bersabda, “Kucing itu tak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),”. (HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Rasul Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah.
Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.”
Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Rasul menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Rasul berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.
Rasul ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”
Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya.
Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur. Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah membersihkan bagian yang disentuh kucing, & Aisyah memakannya.
Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing. (HR AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni)
Hadis ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan Imam hadis yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya suci.
Begitu luar biasanya kucing itu, bahkan ampe jadi hewan peliharaan kesayangan Rasul. Namun sayangnya banyak sekali dari kita yang berpandangan negatif seputar binatang ini, ada yang mengatakan kucing dapat menyebabkan asma karena bulu"nya, ada juga yang bilang kucing terinfeksi toxoplasma.
Padahal kalau teliti lebih lanjut, toxoplasma itu adalah bakteri yang dapat hidup dibinatang apa saja. Catatan dalam penelitian, Anjing & Babi adalah rekor terbanyak hewan yang mengandung penyakit ini. Tapi knapa, justru kucinglah yang dijadikan kambing hitamnya?
Toxoplasma berasal dari infeksi parasit Toxoplasma Gondii. Penularannya pada manusia melalui empat cara yaitu:
1. Secara tak sengaja memakan makanan yang tercemari parasit ini. Misalnya kita makan sayuran yang tak dicuci bersih dan ternyata parasit toxo tlah mencemarinya. 2. Memakan daging sapi, kambing, babi, ayam, babi atau anjing yang mengandung parasit toxo yang tak dimasak dengan sempurna (matang). 3. Infeksi melalui placenta bayi dalam kandungan. 4. Seorang ibu hamil yang terinfeksi toxoplasma bisa menularkan parasit ini pada janin yang dikandungnya, ini disebut penularan secara congenital. 5. Melalui transfusi darah, transplantasi organ dari seorang donor yang kebetulan menderita toxoplasmosis.
Toxoplasma bisa menyerang perempuan maupun laki". Sesungguhnya tak hanya kucing yang bisa terinfeksi Toxoplasma, karena semua hewan berdarah panas (unggas & mamalia) sebenarnya juga bisa terinfeksi sebagai induk semang perantaranya (Intermediate host).
Parasit dari intermediate host dapat menular jika kita MENGKONSUMSINYA. Bedanya dengan kucing, Toxoplasma menyelesaikan keseluruhan siklus hidupnya di usus halus kucing, akan dikeluarkan bersamaan dengan feces.
Mungkin karena inilah maka kucing menjadi tersangka utama toxoplasma bagi kita. Sementara sapi, kambing, ayam, anjing dan hewan lainnya tidak, meski sama" punya “bibit” Toxoplasma di tubuhnya.
Tips Menghindari Toxoplasma:
1. Sediakan pasir / tempat kotoran untuk kucing dan sebaiknya dibersihkan setiap hari. Kita juga harus rajin bersih", kucing kalau mau pup dipasir SELALU dikubur, karena kucing adalah hewan yang pemalu. Malah sebenarnya kalau gak ada pasir / tanah, kucing akan menahan pup sekuat tenaga, kalau bener" gak tahan, terpaksa pup dipojokan. Makanya sediakan pasir buat kucing 2. Cegah kucing agar tidak berburu tikus, burung, lalat dan kecoa (kasih makanan yang bersih, matang & layak). 3. Jangan beri makan hewan peliharaan daging, jeroan, tulang & susu mentah, sbelum dimasak terlebih dahulu. 4. Setelah mencuci daging, cuci tangan dengan sabun agar tak ada parasit yang tertinggal ditangan. 5. Cuci tangan dengan sabun setiap kali mau makan. 6. Hindari makan daging mentah atau stengah matang. Makanlah daging yang benar" telah dimasak matang. 7. Cuci bersih sayur" & buah" yang Mau dikonsumsi mentah sebelum dimakan (dilalap). 8. Untuk ibu" hamil, sebaiknya tidak membersihkan tempat kotoran kucing ataupun mencuci daging ataupun jeroan selama masa kehamilan. Mintalah bantuan orang lain. 9. Untuk ibu" yang berencana untuk hamil sebaiknya lakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui adanya infeksi Toxoplasma. 10. Jika memelihara kucing, latihlah dari kecil kucing tersebut dengan membiasakan buang kotoran pada tempatnya.
Khusus ASMA, orang biasa mengaitkanya akibat bulu" kucing. Padahal blum tentu dmikian.
Asma: keadaan di mana saluran nafas mengalami penyempitan krena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan, penyempitan ini bersifat smentara. Penyakit ini salah 1nya dikarnakan kelainan di paru / di jantung yang bersifat keturunan (biasanya sejak kecil gejalanya sudah mulai tampak).
Khusus asma yang disbabkan kelainan di paru-paru saja, ada yang bersifat intrinsik (dalam tubuh sendiri), dan ekstrinsik baik psikosomatik (dipacu beban psikis tertentu) maupun non-psikosomatik – biasanya mirip penderita alergi (tak tahan atau salah tanggapan sistem imun). Dari analisa kmungkinan jnis dan pnyebab sesak, tentulah yang bersifat ekstrinsik yang dapat sembuh dengan menghindari atau menetralisir pencetus timbulnya srangan asma.
Orang yang kambuh asmanya itu bukan hanya karna bulu kucing, tetapi bisa juga karna dbu, sesak dalam kramaian, stress, asap, serbuk bunga, udara dingin, olahraga, dll. Sbenarnya bulu kucing hanyalah menjadi pemicu, sama seperti faktor" yang lain.
Smoga tulisan ini bisa memberikan pengetahuan kpada kita smua seputar kucing...terutama para catlover dimana saja...

Tidak ada komentar:

Cari Blog Ini